Kuatnya
Cinta Sejati
Pertama kalinya ini gue telat tidak tau karena apa
yang membuat gue bingung apa alarmnya mati atau Bokap yang gak bangunin gue apa
gue yang gak mau dibangunin. Oke dah, yang penting bangun dengan bismillah
pasti gue bisa, padahal gue harus ke airport, semoga aja gak telat. Dengan
cepat-cepat gue mandi dan makan, setelah itu gue harus membawa koper dan
peralatan gue ke mobil. Dengan fast gue dianterin mama ke airport untuk sending
ke Amerika Serikat, yaa gue kesana untuk ngambil jurusan kedokteran di
Universitas Stanford. Gue ketrima dengan beasiswa yang gue terima dengan
melalui banyak rintangan.
Nama gue adalah Valensia Elizabeth Aiko Aldriana
namun gue sering menyebutkan nama hanya Valensia Elizabeth Aiko, karena
Aldriana adalah nama marga kelurga gue dan gue sering dipanggil Aiko, anak
pertama dari 3 bersaudara, adekku yang pertama bernama Belva Amy Austrin
Aldriana yang sering dipanggil Amy, sedangkan yang kedua bernama Patricia
Ardelle Aldriana yang dipanggil Patricia, gue dilahirin di jakarta dengan
keturunan jerman dari Bokap gue yang bernama Aldric Aldriana dan Nyokap gue
dari jawa sunda yang bernama Claudia Elizabeth,karena nama marga Bokap gue
Aldriana jadi nama Nyokap gue ditambah nama Aldriana. Sehingga gue keturunan
indojerman dan begitu dengan adek-adek gue, adek gue yang pertama masih SMA dan
yang ke dua masih SMP, namun mereka sangat mengerti gue. Nyokap adalah kaum
yang hampir sosialita lah maklum mempunyai perusahaan gituh, Bokap gue bekerja
di PBB dan mempunyai beberapa perusahaan juga, jadi gak heran kalau keluargaku
dan gue begini.
“Ma
cepet dong nanti gue telat,nih”.
“Iya
aiko, bentar mama lagi ganti baju nih. Pilih yang mana ya mamah bingung, ohhh
yang ini aja, lebih bagus”. ( yang memilih baju dan perlengkapan badan yang
dibawa )
“Mah
jangan lama-lama nanti aiko telat sendingnya”.
“Iya
iya mamah sudah selesai kok”. Dengan terburu-buru hingga lupa membawa handphone
nya yang ketinggalan di meja rias mamah.
Selang beberapa waktu kami sampai di airport
walaupun hampir setengah jam gue nyampek,namun gak papa karena sendingnya
kurang 15 menit lagi, padahal gue ingin lebih awal karena kegembiraan gue
sekolah pertama kalinya masuk walupun besok baru dimulai. Karena gue mau
berangkat jadi gue harus nelpon Bokap, namun entah mengapa telpon Bokap gak
bisa ditelepon, sudah gue bbm, line, chat, sms, telpon gak dibales ya sudalah
gue harus berangkat tanpa Bokap tahu, mungkin Bokap lagi sibuk dengan
pekerjaannya, namun gue udah titip salam ke Nyokap, tak diduga mamah
kebingungan mencari hp nya. Karena waktu itu mamah juga ingin menelepon Bokap,
akhirnya mamah pulang aja deh untuk mencarinya, kata mamah mungkin ketinggalan.
Perjalanan ini menempuh waktu yang gak lama juga
hampir 3 jam gue di pesawat. Sesampainya disana gue ke rumah yang sudah dibeli
Bokap untuk gue tinggalin. Disana gue gak sendiri ada pembantu yang membuatku
tidak merasa kesepian. Sesampainya gue langsung mandi dan makan habis itu gue
beres-beres dan menata barang, agar semua siap dan tak berantakan kalau mau
butuh sesuatu. Karena kekesalan dan terlalu semangat rasanya tubuh ini sangat
kaku, mau gak mau gue harus tidur.
Esok gue harus datang tepat waktu jangan terlambat
lagi seperti tadi pagi, masak gara-gara ketiduran gak bisa datang tepat waktu,
kan esok adalah hari yang kutunggu-tunggu.
Hahhhh................segarnya,
jam berapa ini???wake up-wake up...........
oh jam lima, mandi ahhh, agar lebih bugar. Teriknya pun mulai muncul, gue
berangkat aja, ya.......ini adalah udara yang gue hirup, dimana gue berdiri
ditempat impian gue, menginjaknya, menciumnya, merabanya, rasanya ini seperti
mimpi.
Hei......i’m
coming,tunggulah gue disana. (dalam hati gue lah seperti ini rasanya ).
“Ada
apa ini kok rame banget ya.........lihat dulu ahhh”.
Ternyata
perkelahian, ahhh tapi gak penting.
Tapi
banyak banget yang ngelihat dan berteriak, akhirnya gue bertanya dengan samping
gue. Namun semua percakapan di negeri orang ini, gue memakai bahasa
inggris,kecuali dengan pembantu gue.
“Emangnya
ada apa kok ada perkelahian”.
“Itu
tuh ada cowok-cowok panling ngehits berantem, cuma hal sepele padahal mereka
kan berteman dari dulu”.
“Ohh
begitu ya,......makasih infonya”. Sambil meninggalkan bahan pembicaraan gue
berpikir terheran-heran. Settt...... kayaknya gue pernah kenal cowok-cowok itu
ya...????, dan cewek satu itu.........hmmm dimana yaaa.......mana mungkin gue
kenal, kan gue baru datang dan salah satu anak asinng disini, masak ada orang
yang gue kenal, ya sudalah.
Gue teringat sesuatu Di taman ditempat gue biasanya
nongkrong waktu masih kanak-kanak, dengan teman gue, ada 2 cowok dan satu
cewek. Yang cewek namanya Putty Smith Dayana, yang dipanggil Putty ia dua tahun
diatas gue, keturunan jawa dan sunda, namun wajahnya seperti bukan orang
Indonesia, katanya kakeknya orang belanda, jadi ia seperti orang bule gituhhh.
Yang cowok satu ini adalah yang gue naksir namanya Faiq Lee Nerlian Armeir
dipanggil Lee,karena ini adalah nama yang berbeda dari yang lain dari namanya,
padahal ia keturunan amerika jakarta, jadi ia dipanggil Lee deh, dia tiga tahun
lebih tua, ia memang ganteng dan kharismatik, tak heran dulu banyak yang
ngefans.
Yang satunya lagi namanya Naufal Agamsyah Aileen
dipanggil Agam, ia keturunan arab jogja, ia juga ganteng namun lebih ganteng
Lee dari pada dia, katanya ia naksir gue, namun guenya biasa saja. Kita
biasanya bermain bersama karena kita saling tetanggaan dan saling klop, jadi
tak heran persahabatan kita sangat erat. Namun entah mengapa persahabatan kita
seperti hilang, apa mungkin karena gue sering traveler yang sering keluar negeri
dan nusantara, ahh itu tak mungkin, mereka juga pun semua juga menghilang
seperti ditelan bumi, entah pada kemana mereka pergi, hingga sekarang pun gue
gak pernah ketemu mereka lagi, jadi gue kesepian gak ada teman seperti mereka
lagi. Keluarga kita pun sangat akur karena mereka saling mengadakan acara besar
untuk silaturahmi dan menali tali persaudaraan, iya...kalangan kita memang
kalangan elite, maka tak heran kalau kita 4 keluaraga terkenal di kalangan
nusantara dan para pembisnis. Orang tua teman gue mempunyai pekerjaan yang
sangat beragam orang tuanya Lee bekerja di Bank Century dan mempunyai beberapa
perusahaan sendiri, Orang tuanya Agam bekerja di Arab sebagai pengusaha
terkenal dan sukses dan mempunyai tambang dan beberapa perusahaan, yang ini Orang
tuanya Putty bekerja di luar negeri sebagai orang kepercayaan negeri sana.
Hingga tak heran apabila kita ber-empat kaya-kaya,
mulai dari rumah yang luas, mewah dan masih banyak lagi sampai gak bisa
diceritain. Namun semenjak itu kita berpisah,jadi kita lost contac. Ya...itu
cerita masa laluku dan masih pengalaman masa laluku bersama mereka.mungkin gue
teringat itu,aahhh sudah jangan mengingatnya lagi,pikirlah
kedepan,semangat-semangat...........
OSPEK pertama dimulai,dari perkenalan, materi dan
masih banyak lagi, seminggu berlalu OSPEK berakhir, namun ada cerita nih
ternyata orang bertiga tadi yang mengospekki anak baru, yang sifatnya cuek,
jutek, sensi yaa...seperti orang yang lagi ngospekkin. Namun ini berbeda dengan
teman gue dulu, wajahnya dan segala perilaku, semuanya aja beda jauh, nama
mereka juga bukan itu, mana mungkin bisa..??ahh, sudahlah jangan dipikirkan
lagi.
Gak
sengaja gue nabrak gerombolan ngehits itu, dan mereka marah-marah begitu saja
gak tau kenapa gue nabrak mereka yang gak mau cari tahu alasannya padahal gue
lagi baca buku dan gak sengaja menabrak mereka. Dengan pertengkaran yang rumit
gue gak mau mengalah dan meninggalkannnya begitu saja.
Lama kelamaan gue harus minta maaf karena gue harus
baik kepada senior masak masih junior udah nyari masalah,,,hehehehe. Akhirnya
gue minta maaf dan mulai mendekatti mereka agar banyak teman bukan hanya satu
Fakultas kalau bisa semuanya, namun mereka gak mau nerima gue, katanya gue gak
pantas gabung dengan mereka, mungkin mereka belunm tau saya tuh bagaimana,
dengan melalui banyak rinatangan gue gak mau nyerah untuk gabung dengan mereka,
berbagai cara gue lakuin, dari yang disuruh-suruh samapai dikerjain. Lama
kelamaan mereka mulai berubah, agak membuka hati mereka yang biasanya Fred
jutek banget kalau disapa, sekarang mau menjawabnya walaupun masih agak jutek,
yang biasanya Smith sensi, sekarang agak membuka hati atas kedatanganku ke
grupnya walaupun belum diterima, yang ini nih Ner paling gue sebal dan aku
mulai menyukainya entah mengapa aku selalu grogi didekatnya, sifatnya pun
sanagt lengkap jutek, cuek, dan lainnnya seperti orang sok jual mahal.
Huh...nyesek deh kalau nyapa gue di php in, sekarangpun masih seperti itu sngat
sulit deh kebuka hatinya, padahal kalau dengan teman-temanya segrup sangat
ramah, senyumnya tuh nyesss... dehhhh, ini lah tantangan gue untuk
mendekatinya.
Mereka memang berbeda jurusan namun mereka bisa
bersatu yang Ner di Fakultas Kedokteran namun ia bisa apa saja memang ia
multitalent dan tak heran ia paling diseganni oleh banyak orang di Universitas
ini, Fred di Fakultas Tehnik yang mempunyai prestasi dibidang olahraga lompat jauh, Smith di Fakultas Hukum yang
pintar berbicara banget, jadi tak heran mereka dengan berbagai talentnya mereka
dapat bersatu sehingga mereka seperti mempunyai kekuatan yang besar sekali. Katanya
mereka bersatu saat dua tahun yang lalu melalui event perayaan ulang tahun
Universitas ini yang satu pekerjaan menggurussi event ini.
Hari-hari gue laluin dari Ospek, mengerjakan tugas,
dan ikut seleksi untuk menjadi orang se-organisasi dengan mereka dan tak lupa
juga mendekatti group mereka. Seleksi tahap pertama adalah seleksi tulis, dan
mengapa waktu itu yang jagain ruang gue adalah merka, gue jadi salah tingkah,
yang gak fokus ngerjain ini malah gue ngelihatin Ner, namun ia tak melihatku
sedetik pun, mengapa apa aku salah atau ada sesuatu yang membuatnya jengkel,
ini membuatku bertanya-tanya. Dua puluh menit berlalu, gue malah belum ngerjain
sama sekali padahal waktu untuk ngejain ini empat puluh lima menit, soalnya 20
pilihan ganda dan 30 isian, tak kusadarri Fred disampingku dan menegurku agar
gue ngerjain ini, namun gue tetap ngelihat Ner, akhirnya ia mengetok dahi
kepalaku.
“Hei..,ngapain
kamu ngetok dahiku,emang ini pintu”.
“Hei...,sebenarnya
yang nanyak itu gue bukan loe, nagapain loe ngelihatin Ner dengan wajah seperti
itu, apa kamu naksir dia, loe kan belum ngerjain ini, waktunya kurang 20 menit
lagi, apa loe gak niat ikut, dari tadi ngelihatin Ner 20 menit???!!!”.
“Aduh,
loe tuh nanya atau ceramah sih, masak gue hanya ngelihatin Ner, masalh emang
buat loe”.
“Ya
gak lah,ngapain gue cemburu”. Dengan mengalihkan percakapan ini Fred menanyaiku
dengan kata-kata, “apa gue ambil nih soal dan jawaban loe??!!!.
“Jangan...lah,
jangan masak gak kasihan sih”. Dengan wajah seperti malaikat gue bicara seperi
itu dan seperti sudah lupa kejadian itu.
Tak
sadar semua orang dikelas ini melihat perdebatan kita kecuali Ner yang dari
tadi sibuk dengerin mp3 dari handphone nya itu dengan hedsetnya itu. Akhirnya
gue ngerjain tugas itu dengan cepat tanpa menghiraukan yang tadi.
Dua puluh menit berlalu, semua peserta mengumpulkan
hasil pekerjaannya begitu juga dengan gue, seperti orang belo-on gue ngumpulin
tugas dan cepat-cepat lari ke ujung pintu, agar semua rasa malu gue hilang lalu
gue berlari ke taman belakang Universitas ini, dengan sekuat tenaga gue teriak.
“Aahhhhhhh....”
“Loe
lagi apa teriak-teriak,emang loe lagi malu tentang kejadian tadi”. Suara merdu
seorang wanita yang menghampirri.
“Hah,
apa ( kaget )?? Ngak, ngak kok.., emangnya ada apa Smith?”.
“Ah,
ngaku aja gak papa kok, kita kan udah kayak teman sendiri, ayolah cerita”.
“Ya
udah gue cerita,( wajah pasrah ), yang tadi loe tahukan gue dapat masalah
apa?”.
“Ya
tau lah, emang Ner ganteng dan sifatnya itu tuh yang membuat semua orang pada
naksir, begitu pula gue”.
“Loh
emangnya loe juga naksir ya?, maaf gue jadi ngerusak hubungan loe dengan dia
gara-gara gue?”.
“Itu
udah hal biasa kok, kita kan sama-sama suka, masak kita juga harus bermusuhan,
kan gak mungkin, jadi lebih baik kita bersaing secara sehat, okkk?”.
“Oke
siip, siap banget gue. Tapi gak papa kan hal ini?. Ini jadi rahasia kita berdua
yahh?”.
“Iya,
santai aja. Jalanni dengan slow aja bro, ehh jangan lupa yaa pengumumannya
seminggu lagi, semoga diterima yaa, dan persiapin talentmu oke??”.
“Amin,
makasih atas motivasinya, gue pasti ngelihatin kehebatanku yang luar
biasa,hehehe”.
“Hahaha”.
Selama gue nunggu hasil itu, gue rencanain untuk
dekat lagi dengan mereka. Ini tak semudah yang kukira, kali ini gue gagal
deketin yang paling mempesona, namun yang tak kalah hebatnya gue dapet deketin
dua prajuritnya, hehehe. Emang susah untuk deketin orang yang kita sayang,
sekali gue ketemu rasanya semua tubuh ini seperti stroke dan lumpuh, tak kuat
untuk menyapanya, untuk melihatnya saja gue harus curi-curi pandang, untuk
berkata say halo aja gemeteran apa lagi bertanya banyak.
Setelah gue udah deket dua prajuritnya, gue selalu
berkumpul dengan mereka alias satu grup, dan yang satu ini mulai menerima. Satu
minggu berlalu, pengumuman tiba.
“Apakah,
aku lolos” (mata tertutup). Suara bising semua peserta yang melihat, akhirnya
gue membuka mata gue melihat hasilnya gue keterima ditahap 1 dan melanjutkan ke
tahap 2, gue kegirangan banget dan loncat-loncat hingga tepat didepan mata gue
ada Ner yang datar melihat ke gue dengan jarak yang mungkin gak ada 5cm, tak
terduga entah apa yang terjadi sepertinya ada yang gue injak dan gue pun
terjatuh, Ner pun menahan gue dan bibirnya menyentuh bibir gue. Rasanya dag dig
dug serr gimana gitu, ingin rasanya lepas namun gak enak untuk nglepassin.
Sepuluh menit berlalu, namun posisi kita masih seperti tadi namun bibir kita
terlepas dengan dikerubunin semua orang, dan dibully akhirnya gue cepet-cepet
nglepassin dan bilang terimakasih, langsung pergi meninggalkan semua itu.
“Apa
itu tadi, rasanya ingin menghindar, jantung ini mau copot tahu, kenapa kamu gak
nglepassin sih...hehh ada apa,huh”.
Pertunjukkan talenta dimulai, semua yang lolos udah
nunjikkin talentnya. Saatnya gue yang nunjukkin talent gue bahwa gue pantes
untuk diterima, gue nampilin bakat bermain musik, bernyanyi, dan ngedance, itu
adalah salah satu talent gue, padahal masih banyak sih, gak sombong tapi ingin
tak semua orang tahu gue multitalent,hehehe. Semua memberi uplos dengan meriah,
tak kusangka semuanya suka. Setelah semua sudah nunjukkin talentnya, semua juri
menentukan yang lolos dan menunjukkannnya saat itu juga. Ya nasib emang nasib
gue keterima, tahap selanjutnya adalah wawancara, tahap ini dilaksanakan besok.
Untuk mempersiapkannya gue pulang.
Keesokannya gue siap-siap untuk tes wawancara, nama
gue dipanggil. Gue menuju keruang tesnya, yahh tak kusangka yang mewawancarai
gue Ner, gue pun pinsan karena gue gak kuat bicara dengannnya, gue dibawa ke
tempat duduk untuk dibangunin. Setelah gue bangun, gue ditenangin oleh Smith
dan akhirnya yang mewawancarai Smith, ya ini memang nasib gue gak bisa
wawancara dengan Ner, kan salah sendiri pisan, haha kasihan deh gue ini. Test
ini selesai dan semua para peserta yang lolos tahap 2 dikumpulin disebuah
auditorium organisasi untuk mendengarkan yang lolos dan memberi sedikit
motivasi serta materi,setelah itu diumumkanlah yang lolos . Alhamdulillah gue
lolos, selanjutnya adalah pengesahan anggota baru yang akan dilaksanakan pada
hari Sabtu malam yang diadakan di auditorium ini, ya temanya seperti promnight
yaitu “KINGDOM”.
Setelah usai test ini gue ngerencanain untuk
merayakan ini dirumah bakar-bakar bersama Ner, Smith, dan juga Fred. Mereka
menerima undangan ini, namun Ner gak bisa datang karena ada acara yang penting
untuk menggurussi hari pengesahan hari Sabtu esok, ini kan gue udah dandan
cantik masak ia gak datang apa ia marah dengan kelakuan gue ini. Bakar-bakar
dirumahku selesai, tapi acara ini juga meriah walaupun gak ada orang yang gue
cintai, mulai dari foto-foto bersama dan sampai senda gurau bersama, kiat mengaploud
foto-foto kemesraan kita ke media sosial dengan bertuliskan anggota baru
mereka, iya gue uadah diterima secara resmi, juga dengan acara dirumahku itu
menandakan perayaan anggota baru juga, katanya Ner juga menerima gue.
Pengesahan anggota baru di organisasi ini dimulai,
bak putri raja gue didandanni oleh Smith dan Fred, mereka semua datang kerumah
gue untuk dadannni gue, memang mereka menjadi baik dan menerima apa adanya ke
gue, mereka juga berdandan seperti gue dirumah. Kita datang bersam-sama ke
acara itu dengan menaikki mobil panjang seperti mobil mewah yang ditumpanggi
Pangeran Wiliam dengan istrinya ketika pengeshan pernikahan mereka yang meriah,
iya kita seperti mereka namun kecuali Ner, apa mungkin aku bisa seperti
Pangeran Wiliam,hah itu Cuma mimpi ia kan banyak yang naksir dan yang naksir pu
juga cantik-cantik. Kita datang didepan karpet merah yang ditata rapi seperti
acara Award yang meriah, kita turun dan berjalan diatas karpet merah itu, bagai
orang terhomat kita banyak yang menyambut dan memberi uplous meriah kepada kita
serta tak lupa mengabadikan moment ini dengan momfoto kita, gue heran banyak
banget yang perhatian pada kita, oh iya kita kan group yang ngehits, ahh gue
lupa, biasa banyak pikiran untuk mikirin ini aja sampai lupa, hehehe. Selang
beberapa waktu Ner datang ia juga sama seperti kita, bnayak juga yang ngelihat
dia, sampai gue ngak bisa ngelihat dia. Gue spontan kaget ketika melihat dia
mulai udah kelihatan, ia begitu kelihatan ganteng banget dan kharismatik,
pokoknya lengkap deh.
Rasanya ingin pinsan lagi kalau ngelihat dia. Dan
ini lah yang gue tambah kaget lagi ia nyapa gue dengan keadaan gue waktu itu
terbenggong karena dia dan jadinya gue terbangun dari lamunan.
“hai
Valen?”. (tersenyum cool dan mahal)
Tanpa
gue jawab, gue hanya bisa membalasnya dengan tersenyum, ternyata ia tahu nama
gue, gue kira ia gak tau kan selama ini sifatnya sangat berbeda dan tak dapat
dibaca dari kelkuannya ini membuat greget aja plus-plus.
“Kamu
hari ini cantik banget”.
“Iya,
makasih banyak ya?”.
“Iya
sama-sama”. Dengan menikkan salah satu alisnya keatas
Tiba-tiba terdengar suara dari dalam, yang mendakan
acara akan dimulai. Disinilah dimulai, semua masuk kedalam dan acara-acara udah
dilalui, dansa dengan pasangan pun dimulai. Namun gue gak punya pasangan,
tiba-tiba Ner datang menghampirriku.
“Hai
Valen, apakah kau mau jadi pasanganku satu hari ini?”.
“Hai
juga, pastinya mau dong”. Tanpa berpikir lama gue menerimanya, walupun gue
ingin menjadi pasanggannya seumur hidup. Kita memulai dansanya dan Smith belum
juga dapat pasangan, tak diduga Fred datang menghampirinnya dan mengajaknya
berdansa bersama. Dansa berakhir, ini akan menjadi kenangan yang indah,
pengeshannya udah dari tadi, jadi ini adalah detik-detik untuk bersenang dang
pengumuman King and Queen promnigh ini. Yang menjadi Queen nya adalah gue tak
kusangka mahkota dan gelar ini akan jadi milikku, Ner pun juga begitu, lengkap
sudah kesenangan hari ini.
Ner sekarang mulai berubah kepadaku
ini berbeda 180 derajat dari yang lalu, ia sering mengajakku bicara dan
bercanda. Pulang dari Universitas gue ke taman belakang bagaimana gue sering
kesan untuk menumpahkan semua isi hatiku disana. Tempat ini menjadi saksi bisu
selama gue menjalanni kegiatan gue dan tak kalah yang mengejutkan ia menyatakan
cinta kepadaku disini, saat itu juga.
“Hai,
sedang apa kamu disini?”.
“Hah,
apa...(kaget), oh gak papa kok”
“Cerita
aja, kita kan sudah lama kenal”.
“Hmm,
kita kan baru kenal 3 bulan??”.(gue bertanya-tanya)
“Gak,
sebenarnya kita udah kenal dari dulu kita kecil, yang biasanya kita selalu
bermain bersama, taman yang menjadi basecame kita bersama, sebenarnya gue tuh
tahu kalau loe mencintai gue, dan gue tuh sok jual mahal agar gue juga gak
jatuh cinta ke loe pada waktu dulu, gue kira loe cinta Agam atau yang disebut
Fred, akhirnya gue memendamnya, dan akhirnya kita dipertemukan lagi disini,
dengan keadaan yang berbeda, aku masih mencintaimu sampai kini, walau kita gak
pernah ketemu kembali. Aku tahu ketika melihat daftra riwayatmu saat
pendaftaran organisasi ini, kita satu organisasi. Dan aku menyadarrii ini
semua, dari saat loe dnketin gue, di ruang test tulis, pengumuman, dan masih
banyak lagi. Entah gue harus bilang apa lagi, gue mencintai loe dari dulu.
Apakah loe mau menerima cintaku???”.
Gue
dengan wajah terbenggong, gue hanya bisa menjawabnya dengan senyum yang
tandanya gue menerimanya, ternyata benaar firasat gue kalau mereka adalah teman
gue masa lalu, dan nama mereka berbeda karena ini julukan dari para fans dan
para orang, mereka berbeda dari dulu karena semua orang itu akan berubah. Kita
saling berpelukan dan mengatakan,
“gue
cinta loe dari dulu”. (secara bersamaan kita mengucpkan ini dan berteriak
sekencangnya).
Setelah ini selesai, kita saling
melewatkan aktivitas di Universitas dan keseharian hingga tamat dengan
bersma-sama, (sebenarnya sih cerita kejadian ini masih panjang, tapi gak papa
deh, untuk nyingkat cerita gituh). Oh iya Smith atau Putty sudah jadian lho
sama Agam atau Fred, ya mereka saling cinta karena perjodohan yang gue lakukan
dengan Lee. Selulus dari ini kita saling melanjutkan mimpi kita masing-masing
dengan melakukannya. Gue kerja di pusat riset WHO dan FBI bersama Ner dan dua
orang tadi, alias kita bersma mempnyai tujuan yang sama. Ini mungkin memang
takdir kita dapat bersama-sama dalam hal apapun kuatnya persahabatan ini karena
cinta, cinta tuh gak ada alasannya.
Ketika gue mau diner spesial setelah
ia bekerja dan merayakan ini, Ner mengalammi kecelakaan yang hebat. Diacara
yang bahagia ini menjadi duka, karena Ner koma. Kecelakaan ini adalah
kecelakaan antara mobil dan truck, Jadi tak heran kalau Ner jadi begini. Gue
selalu setia nungguin Ner di rumah sakit, hingga Putty dan Fred tunangan
sebulan setelah kecelakaan, Ner juga tak kunjung bangun dari komanya. Gue gak
bakal ninggalin Lee, ia adalah cinta pertama dan terakhirku serta ia adalah
takdirku, ia tak boleh mati. Tiba-tiba terdengar suara sepatu datang
menghampirri mendekatti yang mengucapkan salam sebelum masuk dan mengetok
pintu.
“Permisi,
apakah ada orang di dalam?”.
“Iya
ada, ada keperluan apa?, silahkan masuk”.
“Iya”,
masuk kedalam “Saya kesini ada keperluan untuk menjengguk Ner, hehehe”.
“Iya
gak papa, kenapa sopan banget kan kita berteman lama”.
“Lha
kamunya juga gitu sih sangat serius, seperti kehilangan berlian yang berharga,
jalanni dengan santai aja, oke”.
“Siap,
ya iyalah ia kan orang ya ng kusayanggi, masak gue harus ninggalin dia nya
sendirian, kan kasihan dari dulu masih koma, jadinya kesepian dia nya, hehehe”.
“Iya...iya...,eh
ngomong-ngomong, keluarganya udah tau gak?”
“belum,
gue takut bicaranya”.
“Seharusnya
loh berani jangan disembunyiin, toh bangkai akan terbau atau tercium kan
belakangnya, tahu kan maksud gue?”.
“Iya..iya...
tahu kok, tapi gimana bicaranya?, gue bingung!”.
“Gampang
kita bicara langsung dengan orangtuanya gue bantu kok dari belakang jangan
takut, oke?”.
“Ya
udah, siip deh”, wajah pasrah menjawabnya.
Pecakapan gue dengan Smith berhembus seperti angin
yang lalu, sedangkan Fred hanya diam, dan sesekali senyum dan mengangguk
seketika. Kita bersenda gurau seperti dulu lagi, perasan sedih, merana dan yang
lainnya hilang lenyap seketika, mulai dari kepikiran kerja sampai kesehatan Lee
yang tak kunjung sembuh. Setelah selesai bersenag-senang tertawa bersama, kami
pergi sejenak agar menghilangkan stres di dalam menghirup angin yang segar ini.
Sambil kita keluar kami juga menceritakan keadaan Lee yang naik 0,1 % dari
sebelumnya. Akhirnya kita juga membicrakan ini ke Orang tuanya, tak memikir
waktu lama kami menelpon Orang tuanya dan membicarkannya.
“Assalamualaikum Wr. Wb., apakah ini betul kediaman
Orang tua dari Lee?, ini pacar Lee”.
“walikumsalam Wr. Wb., ini benar Orang tuanya,
memang ada apa Aiko?”. Sura yang terdengar begitu cemas dari kata-katanya.
“iya, maaf sebelumya, saya tidak bisa menjaga Lee
dengan baik, hingga Lee...Lee...L...e...ee....le..lee”. suara teranguk-anguk
hampir menitihkan air mata.
“ada apa dengan Lee, kenapa kamu seperti itu
omongnya, agak tersendat-sendat, jangan nangis dulu aiko”.
“i..ya...iia..iya....se..be..nar..nya...Le...e...le...lee....mengalammi....ke...ce...la..ka...an.......”.
Menangis begitu kencang.
“benarkah...............apa iyaaaaaaaa.........tapi
gak papa kan........ia gak kenapa-napa kan..........?”. suara yang shock ketika
mendengar ini
“i...ya .........dia nya..........gak papa”.
Mereka langsung menutup telepon sekejap, aku shock
dan menelponnya terus, hingga aku kesal dengan sendirinya tertidur dalam keadan
menangis di mobil dan dibawa ke kamar dimana Lee dirawat.
Setelah itu Orang tua Lee menelpon balik, da berkata
ia gak bisa datang karena ada pekerjaan yang tak bisa mereka tinggalkan, dan
mereka titip salam serta gue harus memberitahu keadaan Lee tiap detik atau
setiap saat dengan apa pun entah itu foto, telpon, sms, bbm, line, chat dan
sejenisnya. Mereka memang sudah tahu hubungan kita, kata mereka, Lee selalu
curhat ke mereka tanpa ku mengetahuinya sebelum Lee menembak gue ditaman
belakang, dan merekalah yang menyuruh Lee agar cepat-cepat menembak gue dan
tunangan, yang tak lama menikah. Karena ini takdir ia kecelakaan mungkin ini
ditunda lebih dulu, iya..ya ini adalah cobaan kita jadi gue harus bersabar dan
harus tidak putus asa menghadappi ini. Orang tua Lee sangat kaget, mereka shock
mendengarkan ini, walaupun begitu mereka sangat mencintai Lee dan hubungganku
dengan Lee, mereka begitu tahu latar belakangku dan mereka ternyata tahu
perasaan Lee yang mencintaiku dari dulu, dan aku mencintainnya dari dulu juga,
karena kehalang kita terpisah, Lee memendam perasaanya terlebih dahulu dan
menungguku hingga kita bertemu. Lee sangat bercerita banyak ke Orang tuanya
hingga gue gak bisa jawab perkataan dari orang tuanya yang menceritakan ini
semua, gue hanya bisa tersenyum dan sangat kaget dengan pernyataan ini,
ternyata ia lebih besar mencintaiku yang tak seperti bayagganku. Gue selalu
mendengarkan cerita dari Orang tuanya yang sangat banyak hingga gue gak bisa
ceritain. Lama gue menunggu Lee, dua minggu berlalu tepat dimana gue menangis
karena gue udah gak kuat dengan ini Lee menunjukkan peningkatan yang sangat besar
dari 10 % ke 90%. Ini adalah kabar gembir yang gue terima, semoga ia cepat
sembuh.
BERSAMBUNG
Semoga di post.an satu ini dapat membuat kalian terinspirasi yaaa...........makasih kunjunggannya....:-D :-D
oh jam lima, mandi ahhh, agar lebih bugar. Teriknya pun mulai muncul, gue berangkat aja, ya.......ini adalah udara yang gue hirup, dimana gue berdiri ditempat impian gue, menginjaknya, menciumnya, merabanya, rasanya ini seperti mimpi.






0 komentar:
Posting Komentar